Pages

Labels

Senin, 24 November 2014

Malam Mingguan Bareng Ibu-Ibu Tetangga


 Kemarin aku pulang kampung. Biar cuma sehari, tapi cukup untuk mengobati kerinduan akan suasana rumah. Kangen banget sama tanaman-tanaman di kebun.

Sorenya, ibu ngajakin ke rumah tetangga. Di sana mereka bakalan bikin pesta jagung bakar. Soalnya, jagung di ladang udah waktunya panen. 

Di sana jagungnya sudah ditebas. Tapi tangkainya masih dibiarkan panjang biar bisa sekalian dipakai gagang buat bakaran. Jadi ga perlu ditusuk kayu lagi.

Agak susah sih waktu mau nyalain arangnya. Kadang apinya yang berkobar-kobar, kadang kaya mau mati. Banyak asap. Tapi ya sudahlah, yang penting bisa dipakai bakar jagung.

Lumayan juga hasil bakaranku. Meski agak gosong di sana-sini dan sebagian masih agak mentah, cukup enak juga rasanya. Apalagi karena jagungnya emang baru metik dari batangnya. Enak abis. Kami ga pake bumbu aneh-aneh sih, Cuma mentega doang, tapi hasilnya lumayan.

Pengin deh, bakaran jagung lagi. Tapi musti nunggu musim tanam jagung tahun depan deh kayaknya. Hahahaha....

Sabtu, 22 November 2014

Beberapa Hal Luar Biasa di Keluargaku



Sekali waktu ibuku beli handuk bukan buat ngeringin badan habis mandi. Handuk itu dibeli buat dijadikan keset. Tapi emang keset dari handuk lebih efektif buat ngeringin kaki dibanding keset yang dijual di toko.

Ibuku beli kain daster bukan untuk dibikin baju. Kain itu dijahit untuk dijadikan seprai. Tapi emang seprai dari kain daster lebih lembut dan lebih nyaman dibanding seprai yang dijual di toko.

Aku dan ibuku suka menanam tanaman hias, bahkan di kebun tetangga. Kebetulan ada tetangga kami yang memiliki pohon gersang di depan rumahnya. Pohon itu sebetulnya masih hidup, hanya saja daunnya kecil-kecil dan jarang. Rantingnya pun berduri. Kami berniat menghijaukan pohon itu. Ibuku menanam markisa, sedang aku menanam bunga nona makan sirih. Diam-diam kami bersaing; tanaman siapa yang tumbuh lebih cepat dan menyelubungi pohon tetangga.