Pages

Labels

Minggu, 30 November 2014

Sing Asli Ra Ngapusi



Beberapa waktu belakangan aku menyadari bahwa sesuatu yang ASLI benar-benar memuaskan hati. Maksudnya asli itu adalah yang alami, apa adanya, dinikmati pada waktunya.

Pertama adalah mangga. Mangga gadung yang dijual di pinggir jalan dan mangga gadung yang tumbuh di depan rumah adalah sama-sama mangga gadung. Tapi mangga gadung yang dijual di pinggir jalan biasanya kurang manis. Manisnya ga komplit, soalnya keburu dipanen sebelum matang. Sedangkan mangga depan rumah biasanya dimakan ketika sudah matang dari pohon. Kandungan gulanya sudah pas, jadi manisnya benar-benar maknyus. Rasa manis mangga matang pohon emang ga bohong, asli enaknya!

Kedua adalah tanah. Aku baru menyadari bahwa tanah dari jenis yang berbeda memiliki aroma yang berbeda-beda pula. Beberapa hari yang lalu aku mencabut benih kembang untuk kukasih ke temanku. Kebetulan dulu aku menanamnya di ceruk yang kuisi dedaunan kering kucampur tanah. Waktu kugali-gali, kucium-cium, aroma tanahnya benar-benar segar, enak banget. Struktur tanahnya pun gembur. Beda dengan tanah tandus yang tidak begitu jelas. Aku mulai curiga bahwa selama ini aku sering menggunakan tanah yang salah untuk menyemai tanaman. Pantas saja tumbuhnya kurang bagus.

Senin, 24 November 2014

Malam Mingguan Bareng Ibu-Ibu Tetangga


 Kemarin aku pulang kampung. Biar cuma sehari, tapi cukup untuk mengobati kerinduan akan suasana rumah. Kangen banget sama tanaman-tanaman di kebun.

Sorenya, ibu ngajakin ke rumah tetangga. Di sana mereka bakalan bikin pesta jagung bakar. Soalnya, jagung di ladang udah waktunya panen. 

Di sana jagungnya sudah ditebas. Tapi tangkainya masih dibiarkan panjang biar bisa sekalian dipakai gagang buat bakaran. Jadi ga perlu ditusuk kayu lagi.

Agak susah sih waktu mau nyalain arangnya. Kadang apinya yang berkobar-kobar, kadang kaya mau mati. Banyak asap. Tapi ya sudahlah, yang penting bisa dipakai bakar jagung.

Lumayan juga hasil bakaranku. Meski agak gosong di sana-sini dan sebagian masih agak mentah, cukup enak juga rasanya. Apalagi karena jagungnya emang baru metik dari batangnya. Enak abis. Kami ga pake bumbu aneh-aneh sih, Cuma mentega doang, tapi hasilnya lumayan.

Pengin deh, bakaran jagung lagi. Tapi musti nunggu musim tanam jagung tahun depan deh kayaknya. Hahahaha....